Education
Masih Bingung Istilah-Istilah Dalam Investasi Reksa Dana? Berikut Rangkumannya!
Saat pertama kali belajar investasi reksa dana, banyak orang merasa bingung karena menemukan berbagai istilah yang terdengar asing. Mulai dari NAB, Manajer Investasi, subscription, hingga redemption. Padahal, istilah-istilah tersebut sebenarnya menggambarkan proses yang akan sering Anda temui saat berinvestasi.
Baca Selengkapnya
Mengapa Jangka Waktu Penting dalam Investasi Reksa Dana? Bagaimana Pengaruhnya terhadap Potensi Imbal Hasil?
Banyak orang beranggapan bahwa besarnya modal merupakan faktor utama yang menentukan hasil investasi. Padahal, dalam investasi reksa dana, jangka waktu memiliki peran yang sama pentingnya. Bahkan, investasi dengan modal yang tidak terlalu besar tetapi dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang berpotensi memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan investasi dengan modal besar dalam waktu singkat.
Baca Selengkapnya
Lipstick Effect: Mengapa Orang Tetap Belanja saat Ekonomi Sulit, dan Apa Pelajarannya bagi Keuangan?
Pernah mendengar pernyataan, "Ekonomi baik-baik saja kok, lihat saja Blok M ramai terus." Sekilas, ramainya pusat kuliner atau pusat perbelanjaan memang terlihat seperti tanda bahwa daya beli masyarakat masih kuat. Namun, kondisi tersebut belum tentu mencerminkan keadaan ekonomi secara keseluruhan.
Baca Selengkapnya
Apa Itu Compounding Interest dan Pengaruhnya Terhadap Investasi
Compounding interest atau bunga berbunga sering disebut sebagai efek “bola salju” dalam dunia investasi. Pada awalnya, pertumbuhan mungkin terlihat kecil dan tidak terlalu signifikan. Namun seiring waktu, hasil yang diperoleh akan terus bertambah karena keuntungan yang didapatkan ikut diinvestasikan kembali. Inilah yang membuat nilai investasi dapat berkembang semakin cepat dari tahun ke tahun.
Baca Selengkapnya
Bagaimana Cara Memitigasi Risiko Investasi Reksa Dana dengan Strategi Diversifikasi?
Investasi reksa dana menjadi salah satu pilihan populer karena praktis dan dikelola oleh Manajer Investasi profesional. Namun, seperti instrumen investasi lainnya, reksa dana tetap memiliki risiko yang perlu dipahami oleh setiap investor.
Baca Selengkapnya
Emang Reksa Dana Bisa Kasih Pasif Income Tiap Bulan? Kenali Cara Kerja Dividen dan Pembagian Hasil Investasi
Reksa dana memang dapat menjadi sumber passive income bulanan, tetapi mekanismenya berbeda dengan tabungan, saham atau deposito. Pada dasarnya, reksa dana menghimpun dana dari banyak investor yang kemudian dikelola oleh Manajer Investasi ke dalam berbagai instrumen seperti obligasi, sukuk, pasar uang, maupun saham. Ketika instrumen-instrumen tersebut menghasilkan pendapatan, misalnya dari kupon obligasi atau dividen saham, hasilnya dapat dikelola dengan dua cara. Pertama, pendapatan tersebut diinvestasikan kembali ke dalam portofolio sehingga meningkatkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana. Kedua, pendapatan dapat dibagikan langsung kepada investor melalui mekanisme Pembagian Hasil Investasi (PHI). Melalui mekanisme inilah beberapa produk reksa dana mampu memberikan arus kas atau passive income secara berkala.
Baca Selengkapnya
Mengenal Reksa Dana Sustainability dan Cara Kerjanya
Belakangan ini, semakin banyak produk investasi yang menggunakan istilah “Sustainability” atau berkelanjutan. Misalnya seperti produk reksa dana Sucorinvest Sustainability Equity Fund dengan nama yang mengandung kata sustainability. Mungkin teman Yamin penasaran, sebenarnya apa arti istilah tersebut dalam produk investasi?
Baca Selengkapnya
Mengapa Reksa Dana Pasar Uang Cocok untuk Investor Pemula?
Reksa dana pasar uang cocok untuk investor pemula karena memiliki risiko yang relatif rendah, nilai investasi yang cenderung stabil, mudah dicairkan, dan lebih mudah dipahami dibandingkan instrumen investasi lain seperti saham. Instrumen ini juga cocok digunakan untuk belajar berinvestasi, menyiapkan dana darurat, serta kebutuhan keuangan jangka pendek tanpa harus menghadapi fluktuasi harga yang tinggi.
Baca Selengkapnya
Cara Memilih Reksa Dana yang Tepat Berdasarkan Tujuan Anda
Banyak orang memilih reksa dana hanya berdasarkan kinerja masa lalu, rekomendasi teman, atau produk yang sedang populer. Pendekatan seperti ini sering berakhir dengan kekecewaan, karena reksa dana yang cocok untuk satu orang belum tentu sesuai untuk orang lain. Setiap orang memiliki kebutuhan, jangka waktu, dan toleransi risiko yang berbeda.
Baca Selengkapnya