Weekly Newsletter 15 April 2025: Efek Donald Trump, Market Penuh Gejolak

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali hari pertama bursa setelah libur panjang Lebaran (Hari Raya Idul Fitri) dengan trading halt atau penghentian sementara perdagangan selama 30 menit saat pembukaan bursa karena penurunan signifikan sebesar 9% pada hari Selasa, 8 April 2025. Bahkan IHSG mengalami penurunan terdalamnya hingga level 5.882 atau -9,64%.
Pada akhir minggu perdagangan, IHSG berhasil meningkat dari level terendahnya sehingga ditutup pada level 6.262 (periode 27 Maret - 11 April 2025) atau terkoreksi hanya -3,81%.
Chart: TradingView
Pelemahan IHSG juga diikuti oleh Yield obligasi Indonesia 10 tahun yang melemah ke atas level 7% dengan ditutup pada level 7,065% dari minggu sebelumnya 6,980%. Sama seperti IHSG dan Yield obligasi Indonesia 10 tahun, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga semakin melemah dengan ditutup pada level Rp16.790 (+1,42%).
Berita Ekonomi Sepekan
Amerika Serikat (AS) mengumumkan Reciprocall Tariff (tarif imbal balik) atau tarif yang dikenakan berkaitan dengan barang impor yang masuk ke AS kepada berbagai negara, termasuk Indonesia. Tarif yang diberikan bervariasi antar negara tetapi beberapa negara mendapatkan tarif yang cukup tinggi seperti Vietnam 46%, China, 34%, dan Indonesia 32%.
Tidak lama setelah pelaksanaan ini, Donald Trump kembali mengubah kebijakan dagangnya dengan menunda tarif selama 90 hari kecuali China yang tarifnya dinaikkan hingga terbaru sebesar 145%. AS dan China mengalami ketegangan perang dagang yang semakin meningkat dengan saling memberikan tarif yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Indonesia bulan Maret 2025 secara tahunan (year-on-year/YoY) sebesar 1,03%, berbalik dari bulan sebelumnya yang mencatatkan deflasi sebesar -0,09%. Secara bulanan (month-to-month/MoM) sebesar 1,65%, melonjak signifikan setelah dua bulan sebelumnya mengalami deflasi. Sedangkan dari awal tahun (year-to-date/YTD) sebesar 0,39% dan menghentikan serangkaian deflasi yang terjadi pada tahun 2025.
Lonjakan inflasi ini disambut positif setelah sebelumnya ekonomi terus melemah hingga menyebabkan deflasi. Walaupun demikian, inflasi ini bisa saja terjadi hanya karena memasuki bulan puasa dan persiapan hari raya Idul Fitri atau libur panjang Lebaran. Ke depannya perekonomian Indonesia bisa kembali menurun dan memasuki deflasi apabila daya beli masyarakat juga masih tetap tertekan.
Inflasi tahunan (year-on-year/YoY) ; Sumber: TradingEconomics
Inflasi bulanan (month-to-month/MtM) ; Sumber: TradingEconomics
Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia berbalik arah mengalami pelemahan pada bulan Maret, menghentikan laju kenaikan dalam beberapa bulan sebelumnya, dengan menurun ke level 52,40 dibandingkan bulan sebelumnya (Februari) yang berada dilevel 53,60. Walaupun mengalami penurunan, tetapi masih berada dilevel ekspansi dan telah bertahan selama empat bulan beruntun.
Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur ; Sumber: TradingEconomics
Reksa Dana Pilihan Minggu Ini
Reksa dana pendapatan tetap menjadi pilihan minggu ini karena gejolak market yang terjadi karena adanya reciprocal tariff walaupun ditunda pelaksanaannya. Hal ini membuat ketegangan perang dagang khususnya AS dan China semakin meningkat, ditambah adanya berbagai respon dari negara yang dikenakan tarif seperti melakukan negosiasi atau perlawanan dengan memberikan tarif balasan kepada AS. Hal ini dapat berdampak secara global termasuk pada pasar saham di Indonesia.
Di tengah situasi yang belum pasti serta kondisi pasar yang masih penuh dengan gejolak, dapat mempertimbangkan reksa dana pendapatan tetap untuk menjaga agar portofolio investasi tetap meningkat karena volatilitas produk yang rendah.
Beberapa pilihan reksa dana pendapatan tetap yaitu I-Hajj Syariah Fund, STAR Stable Amanah Sukuk, dan Sucorinvest Sharia Sukuk Fund.
Yuk investasi reksa dana di SayaKaya!
Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa yang akan datang. Investasi reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal/pemodal wajib membaca dan memahami prospektus dan informasi ringkas produk investasi (Fund Fact Sheet) sebelum berinvestasi reksa dana. Dalam melakukan transaksi jual dan beli reksa dana, calon pemodal/pemodal diharapkan memperhatikan profil risiko, kondisi keuangan, serta tujuan investasi dari masing-masing calon pemodal/pemodal.
Lihat Blog Lainnya

Promo Gajian Total Bonus 10 Juta!
Mau gajian makin cuan? Pakai kode promo SYAILENDRAGAJIAN, kamu bisa dapetin total bonus reksa dana Syailendra Sharia Money Market Fund sebesar Rp10 JUTA! ✨
Baca Selengkapnya
Weekly Newsletter 8 April 2025: Tiga Bulan Berjalan, IHSG dan Rupiah Koreksi Tajam
Dalam empat hari bursa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil meningkat +4,03% dengan ditutup pada level 6.510 (periode 21-27 Maret 2025) menyambut libur panjang Lebaran. IHSG kembali berbalik arah ke atas level 6.500 setelah beberapa kali mengalami penurunan di bawah 6.500.
Baca Selengkapnya
Investasi PINTAR Bonus 100Ribu!
Hai Teman Yamin! Spesial di bulan April, Yamin mau kasih bonus Reksa Dana I-Hajj Fund sebesar Rp100.000. Mau tahu caranya gimana? Yuk, simak syarat dan ketentuannya!
Baca Selengkapnya