Kebiasaan Apa Saja yang Bisa Membentuk Habit Investasi?
Key Takeaways
1. Habit investasi bisa dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Kamu tidak perlu modal besar atau pengetahuan keuangan yang mendalam, cukup sisihkan uang di awal gajian dengan nominal yang realistis, misalnya 5% dari penghasilan.
2. Tujuan dan jadwal yang jelas membuat investasi lebih terarah. Tuliskan target nominal dan waktu pencapaian, lalu tetapkan jadwal investasi rutin setiap bulan, misalnya dengan bantuan fitur Nabung Rutin di aplikasi SayaKaya.
3. Kenali kondisi keuanganmu, belajar bertahap, dan evaluasi secara berkala. Catat pemasukan dan pengeluaran, pelajari dasar investasi sedikit demi sedikit, dan tinjau investasimu setiap bulan atau tiga bulan tanpa terburu-buru mengubah strategi karena pergerakan pasar jangka pendek.
Membangun kebiasaan investasi bisa menjadi langkah penting untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan. Namun, bagi sebagian orang, memulai investasi bukan hal yang mudah. Ada yang masih merasa penghasilannya belum cukup, bingung memilih produk investasi, atau kesulitan menyisihkan uang secara rutin.
Padahal, membangun habit investasi tidak harus dimulai dengan modal besar atau pengetahuan keuangan yang mendalam. Kamu bisa memulainya dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, sesuai dengan kondisi keuangan dan tujuan yang ingin dicapai.
Lalu, kebiasaan apa saja yang bisa membantu membentuk habit investasi? Berikut beberapa langkah yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menyisihkan Uang di Awal Gajian
Salah satu kebiasaan yang bisa membantu membangun habit investasi adalah menyisihkan uang di awal gajian. Dengan cara ini, kamu tidak perlu menunggu uang tersisa di akhir bulan untuk mulai berinvestasi.
Kamu bisa menentukan persentase penghasilan yang ingin dialokasikan untuk investasi. Misalnya, jika penghasilanmu Rp5 juta per bulan, kamu bisa mulai menyisihkan Rp250.000 atau 5% dari penghasilan untuk investasi.
Jika jumlah tersebut terasa berat, kamu bisa memulainya dengan nominal yang lebih kecil. Hal terpenting adalah menentukan jumlah yang realistis dan mempertahankannya secara konsisten.
Namun, pastikan kebutuhan pokok, cicilan, dan dana darurat tetap menjadi prioritas sesuai kondisi keuanganmu. Investasi sebaiknya menggunakan dana yang tidak dibutuhkan untuk pengeluaran sehari-hari dalam waktu dekat.
Menentukan Tujuan Investasi yang Jelas
Kebiasaan investasi akan lebih mudah dibangun ketika kamu mengetahui alasan di baliknya. Tujuan yang jelas bisa membantu kamu menentukan target nominal, jangka waktu, dan strategi investasi yang sesuai.
Sebagai contoh, kamu ingin mengumpulkan dana untuk membeli rumah dalam 10 tahun, mempersiapkan biaya pendidikan, atau membangun dana pensiun.
Setiap tujuan memiliki kebutuhan yang berbeda. Dana untuk kebutuhan jangka pendek sebaiknya dikelola dengan mempertimbangkan likuiditas dan risiko, sedangkan tujuan jangka panjang memungkinkan kamu mempertimbangkan pilihan investasi yang berbeda sesuai profil risiko.
Kamu bisa menuliskan tujuan investasi beserta target nominal dan waktu pencapaiannya. Dengan begitu, investasi tidak sekadar menjadi aktivitas menyisihkan uang, tetapi juga bagian dari rencana keuangan yang lebih terarah.
Membuat Jadwal Investasi yang Konsisten
Konsistensi menjadi salah satu kunci dalam membangun habit investasi. Daripada berinvestasi hanya ketika memiliki uang lebih, kamu bisa menetapkan jadwal khusus untuk menyisihkan dana investasi setiap bulan.
Misalnya, kamu menentukan tanggal 5 setiap bulan sebagai waktu untuk berinvestasi setelah menerima gaji. Dengan jadwal yang jelas, kamu bisa membangun rutinitas investasi yang lebih teratur.
Untuk membantu menjaga konsistensi, SayaKaya memiliki fitur Nabung Rutin yang memungkinkan kamu membuat jadwal menabung sesuai kebutuhan. Saat waktu menabung tiba, Aplikasi SayaKaya akan mengirimkan push notification sebagai pengingat agar kamu tidak melewatkan jadwal yang sudah dibuat.
Dengan adanya pengingat ini, kamu bisa lebih mudah membangun kebiasaan investasi di tengah kesibukan sehari-hari.
Mulailah dengan menentukan jadwal dan nominal yang sesuai dengan kondisi keuanganmu. Lakukan secara konsisten agar investasi perlahan menjadi bagian dari rutinitas bulananmu.
Mencatat Pemasukan dan Pengeluaran
Sulit membangun kebiasaan investasi jika kamu tidak mengetahui ke mana uangmu pergi setiap bulan. Karena itu, mencatat pemasukan dan pengeluaran bisa menjadi langkah awal untuk mengelola keuangan dengan lebih baik.
Kamu tidak harus menggunakan aplikasi yang rumit. Catatan sederhana di ponsel atau spreadsheet sudah cukup untuk memulai.
Coba kelompokkan pengeluaran ke dalam beberapa kategori, seperti:
- Kebutuhan pokok, termasuk makan, transportasi, dan tempat tinggal.
- Kewajiban finansial, seperti cicilan dan tagihan.
- Keinginan, seperti hiburan dan belanja.
- Tabungan dan investasi.
Dari catatan tersebut, kamu bisa melihat pengeluaran yang perlu dikurangi atau disesuaikan. Uang yang berhasil dihemat kemudian dapat dialokasikan untuk tujuan keuangan yang lebih penting.
Dengan memahami kondisi keuangan sendiri, kamu juga bisa menentukan nominal investasi yang sesuai tanpa mengorbankan kebutuhan sehari-hari.
Mempelajari Investasi Sedikit demi Sedikit
Kamu tidak harus menjadi ahli keuangan untuk mulai membangun habit investasi. Namun, memahami dasar-dasar investasi tetap penting agar kamu bisa mengambil keputusan dengan lebih bijak.
Luangkan waktu sekitar 10–15 menit beberapa kali dalam seminggu untuk mempelajari topik sederhana, seperti perbedaan saham dan reksa dana, hubungan risiko dengan potensi imbal hasil, atau cara kerja manajer investasi.
Kamu juga bisa membaca artikel edukasi keuangan, mengikuti sumber informasi yang tepercaya, dan mempelajari informasi produk sebelum melakukan pembelian.
Namun, kamu tidak harus menjadi ahli investasi untuk mulai berinvestasi. Jika memilih reksa dana, kamu juga tidak perlu memantau portofolio secara aktif setiap hari. Sebab, dana yang kamu investasikan akan dikelola oleh Manajer Investasi profesional yang memiliki izin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Manajer Investasi bertugas mengelola dana investor sesuai dengan kebijakan dan tujuan investasi produk reksa dana.
Meski begitu, kamu tetap perlu memahami karakteristik dan risiko produk yang dipilih serta mengevaluasi investasimu secara berkala. Dengan bekal pengetahuan dasar yang cukup, kamu bisa mulai berinvestasi secara lebih percaya diri tanpa harus memahami setiap detail pasar keuangan.
Hindari mengambil keputusan hanya berdasarkan tren atau rekomendasi orang lain. Setiap produk investasi memiliki karakteristik, risiko, dan potensi hasil yang berbeda.
Dengan belajar secara bertahap, kamu bisa membangun pemahaman sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam mengelola investasi.
Mengevaluasi Investasi Secara Berkala
Investasi yang dilakukan secara konsisten tetap perlu dievaluasi. Namun, evaluasi bukan berarti kamu harus memeriksa pergerakan nilai investasi setiap hari.
Kamu bisa menjadwalkan evaluasi setiap bulan atau setiap tiga bulan untuk melihat apakah kontribusi investasimu sudah sesuai rencana, apakah kondisi keuangan berubah, dan apakah tujuan investasimu masih relevan.
Misalnya, kamu menargetkan investasi Rp300.000 setiap bulan. Setelah tiga bulan, kamu bisa memeriksa apakah target tersebut dapat dipenuhi tanpa mengganggu kebutuhan utama.
Jika penghasilan meningkat, kamu mungkin bisa menambah nominal investasi. Sebaliknya, jika ada kebutuhan mendesak, kamu dapat menyesuaikan rencana sesuai kondisi keuangan.
Evaluasi juga perlu mempertimbangkan kinerja investasi, tujuan, jangka waktu, dan profil risiko. Hindari mengubah strategi secara terburu-buru hanya karena melihat pergerakan pasar dalam jangka pendek.
Frequently Asked Question (FAQ)
Lihat Blog Lainnya
Apa Itu Insight Renewable Energy Fund (I-Renewable) dan Bagaimana Strategi nya di Era Suku Bunga Tinggi?
Insight Renewable Energy Fund (I-Renewable) adalah reksa dana pendapatan tetap yang dikelola PT Insight Investments Management (IIM) sejak diluncurkan pada 22 Juni 2011. Reksa dana ini menempatkan 80%-100% dananya pada efek utang dan sesuai untuk profil risiko moderat dengan jangka waktu investasi menengah hingga panjang. Per 30 September 2026, total dana kelolaannya mencapai sekitar Rp992 miliar.
Baca Selengkapnya
Yuk Ikut Event SayaKaya Hybrid Training Session!
Hai, Teman Yamin! 👋
Baca Selengkapnya
Perkiraan Biaya Kuliah PTN 2040: Berapa Dana yang Harus Disiapkan?
Biaya pendidikan menjadi salah satu kebutuhan finansial yang perlu dipersiapkan sejak dini. Bagi orang tua yang memiliki anak usia sekolah, biaya kuliah mungkin masih terasa jauh. Namun, jika anak diperkirakan mulai kuliah pada 2040, kenaikan biaya pendidikan selama belasan tahun ke depan perlu diperhitungkan dari sekarang.
Baca Selengkapnya
