Apa Itu Switching Reksa Dana dan Bagaimana Cara Melakukannya?

3 September 2026 Ditulis oleh Gilang
Featured

Key Takeaways

1. Switching memungkinkan kamu berpindah produk tanpa mencairkan dana terlebih dahulu. Kamu dapat mengalihkan investasi dari satu produk reksa dana ke produk lainnya tanpa mencairkannya ke rekening bank.

2. Switching dilakukan antarproduk dengan Manajer Investasi yang sama. Pastikan produk asal dan produk tujuan masih dikelola oleh Manajer Investasi yang sama.

3. Switching sebaiknya disesuaikan dengan tujuan investasimu. Pertimbangkan tujuan investasi, jangka waktu, profil risiko, dan kondisi portofolio sebelum melakukan switching.

Dalam berinvestasi reksa dana, ada kalanya kamu ingin mengubah pilihan produk tanpa harus mencairkan investasi terlebih dahulu ke rekening bank. Salah satu pilihan yang dapat dilakukan adalah menggunakan fitur switching reksa dana. Switching memungkinkan kamu mengalihkan investasi dari satu produk reksa dana ke produk reksa dana lainnya yang masih dikelola oleh Manajer Investasi yang sama. Lalu, apa itu switching reksa dana dan bagaimana cara melakukannya?

Apa Itu Switching Reksa Dana?

Switching adalah proses mengalihkan investasi dari satu produk reksa dana ke produk reksa dana lain yang masih dikelola oleh Manajer Investasi yang sama. Dengan switching, kamu dapat memindahkan investasi dari satu produk ke produk lainnya tanpa perlu mencairkan dana terlebih dahulu ke rekening bank. Sebagai contoh, kamu memiliki investasi di Reksa Dana Sucor Stable Fund yang dikelola oleh Manajer Investasi Sucor Asset Management. Sucor Asset Management juga mengelola Reksa Dana Sucorinvest Sharia Balance Fund. Karena kedua produk tersebut dikelola oleh manajer investasi yang sama, maka bisa dilakukan switching. Sederhananya: Reksa Dana A → Switching → Reksa Dana B Manajer Investasi tetap sama. Reksa Dana Sucor Stable Fund→ Switching →Reksa Dana Sucorinvest Sharia Balance Fund. Manajer Investasi tetap sama (Sucor Asset Managament) Switching dapat menjadi salah satu cara untuk menyesuaikan portofolio ketika tujuan investasi, jangka waktu, atau kebutuhanmu berubah.

Apa Bedanya Switching dengan Redemption?

Switching dan redemption sama-sama melibatkan pengalihan atau pencairan investasi, tetapi memiliki tujuan yang berbeda. Redemption adalah proses menjual kembali unit reksa dana untuk mendapatkan dana hasil pencairan sesuai ketentuan yang berlaku. Dana hasil redemption kemudian dapat masuk ke rekening bank atau rekening tujuan yang telah ditentukan. Sementara itu, switching adalah proses mengalihkan investasi dari satu produk reksa dana ke produk reksa dana lainnya yang dikelola oleh Manajer Investasi yang sama. Contohnya: Redemption: Reksa Dana A → Dicairkan → Rekening Bank Switching: Reksa Dana A → Dialihkan → Reksa Dana B Jadi, jika tujuanmu adalah menggunakan dana hasil investasi untuk kebutuhan lain, redemption dapat menjadi pilihan. Namun, jika kamu ingin tetap berinvestasi tetapi ingin berpindah ke produk lain dalam Manajer Investasi yang sama, switching dapat dipertimbangkan.

Kenapa Investor Melakukan Switching?

Keputusan melakukan switching sebaiknya didasarkan pada tujuan investasi dan kondisi portofolio, bukan hanya karena melihat perubahan return dalam jangka pendek. Beberapa alasan investor melakukan switching antara lain:

1. Menyesuaikan dengan Tujuan Investasi

Tujuan investasi dapat berubah seiring waktu. Misalnya, awalnya kamu berinvestasi untuk kebutuhan jangka pendek sehingga memilih reksa dana pasar uang. Setelah kebutuhan tersebut terpenuhi, kamu mulai menyiapkan dana untuk tujuan jangka panjang. Jika Manajer Investasi yang sama memiliki produk lain yang lebih sesuai dengan tujuan barumu, switching dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyesuaikan investasi.

2. Menyesuaikan Tingkat Risiko

Setiap jenis reksa dana memiliki karakteristik risiko yang berbeda. Ketika kondisi atau kebutuhan finansial berubah, kamu mungkin ingin menyesuaikan tingkat risiko dalam portofolio. Contohnya, investor yang semakin mendekati tujuan investasinya mungkin ingin mengurangi eksposur terhadap aset yang memiliki fluktuasi lebih tinggi.

3. Menyesuaikan dengan Kondisi Pasar

Switching juga dapat dilakukan untuk menyesuaikan portofolio dengan kondisi pasar. Misalnya, ketika pasar saham sedang mengalami tekanan dan kamu menilai kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko portofoliomu, kamu dapat mempertimbangkan untuk mengalihkan investasi dari reksa dana saham ke reksa dana pasar uang yang memiliki tingkat risiko lebih rendah. Sebaliknya, ketika kondisi pasar mulai membaik dan sesuai dengan tujuan serta profil risikomu, kamu dapat kembali mempertimbangkan untuk mengalihkan investasi ke produk dengan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi. Namun, keputusan switching sebaiknya tidak dilakukan hanya karena melihat pasar sedang naik atau turun dalam jangka pendek. Tetap pertimbangkan tujuan investasi, profil risiko, kondisi pasar secara keseluruhan, serta karakteristik produk yang akan dipilih.

Bagaimana Cara Melakukan Switching Reksa Dana?

Mekanisme switching dapat berbeda tergantung pada platform investasi dan produk yang tersedia. Secara umum, prosesnya dapat dilakukan melalui beberapa langkah berikut.

1. Evaluasi Produk yang Kamu Miliki

Sebelum melakukan switching, pahami terlebih dahulu alasan kamu ingin berpindah produk. Coba tanyakan pada diri sendiri:

  • Apakah tujuan investasiku berubah?
  • Apakah jangka waktu investasiku berubah?
  • Apakah profil risikoku berubah?
  • Apakah produk saat ini masih sesuai dengan kebutuhan?
  • Apakah ada produk lain dari Manajer Investasi yang sama yang lebih sesuai?

Evaluasi ini penting agar keputusan switching tidak hanya didasarkan pada kondisi pasar sementara.

2. Pilih Produk Tujuan

Setelah mengetahui alasan melakukan switching, pilih produk reksa dana tujuan yang sesuai. Perhatikan karakteristik produk, seperti jenis reksa dana, strategi investasi, komposisi portofolio, tingkat risiko, biaya, serta kinerja historisnya. Pastikan juga produk tujuan masih berada di bawah Manajer Investasi yang sama dan memenuhi ketentuan switching yang berlaku.

3. Tentukan Investasi yang Akan Dialihkan

Kamu dapat menentukan jumlah investasi yang ingin dialihkan sesuai dengan ketentuan produk dan platform. Switching tidak selalu berarti seluruh investasi harus dipindahkan. Jika diperbolehkan, kamu dapat mengalihkan sebagian investasi dan mempertahankan sebagian lainnya pada produk awal.

4. Konfirmasi Transaksi

Sebelum melakukan konfirmasi, periksa kembali detail switching, termasuk:

  • Produk reksa dana asal
  • Produk reksa dana tujuan
  • Jumlah atau unit yang dialihkan
  • Ketentuan biaya

Setelah dikonfirmasi, proses switching akan dilakukan sesuai mekanisme dan waktu pemrosesan yang berlaku.

Apakah Switching Reksa Dana Dikenakan Biaya?

Ketentuan biaya switching dapat berbeda pada setiap produk dan platform investasi. Ada produk yang memungkinkan switching tanpa biaya, tetapi dapat pula terdapat biaya atau ketentuan tertentu yang perlu diperhatikan. Karena itu, sebelum melakukan switching, pastikan kamu membaca informasi terkait biaya dan ketentuan transaksi yang berlaku. Selain biaya, perhatikan juga minimum transaksi, batas waktu transaksi, serta produk mana saja yang dapat dilakukan switching.

Apakah Switching Reksa Dana di SayaKaya Dikenakan Biaya? Tidak. Switching reksa dana di SayaKaya tidak dikenakan biaya. Kamu dapat mengalihkan investasi dari satu produk reksa dana ke produk lainnya yang dikelola oleh Manajer Investasi yang sama tanpa dikenakan biaya switching.

Bagaimana Cara Melakukan Switching di Aplikasi SayaKaya?

  1. Klik bagian Portofolio, lalu pilih Alokasi Dana.
  2. Pilih jenis reksa dana yang ingin kamu switching. Contoh: Pasar Uang, lalu klik produknya.
  3. Klik titik tiga (⋮) di samping tombol Beli Lagi, kemudian pilih Switching Produk.
  4. Pilih produk tujuan yang ingin kamu switching, lalu klik Switch.
  5. Cek kembali detail switching, kemudian klik Konfirmasi Penjualan. Permintaan switching berhasil diajukan.

Contoh Sederhana Switching Reksa Dana

Misalnya kamu memiliki investasi sebesar Rp20 juta pada Reksa Dana A yang dikelola oleh Manajer Investasi X. Manajer Investasi X juga memiliki Reksa Dana B yang memiliki karakteristik lebih sesuai dengan tujuan investasimu saat ini. Setelah melakukan evaluasi, kamu memutuskan untuk mengalihkan seluruh investasi dari Reksa Dana A ke Reksa Dana B. Jika kedua produk memenuhi ketentuan switching, prosesnya secara sederhana menjadi: Rp20 juta di Reksa Dana A → Switching → Reksa Dana B Dalam proses tersebut, kamu tidak melakukan pencairan dana ke rekening bank terlebih dahulu. Investasi dialihkan dari produk asal ke produk tujuan sesuai mekanisme switching yang berlaku. Perlu diingat, angka di atas hanya merupakan contoh untuk menggambarkan mekanisme switching. Nilai investasi sebenarnya dapat berubah mengikuti nilai aktiva bersih (NAB) dan ketentuan transaksi yang berlaku.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Switching

Switching bukan berarti semakin sering dilakukan maka semakin baik. Sebelum mengambil keputusan, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. 1. Pastikan alasan switching jelas. Jangan melakukan switching hanya karena melihat produk lain memberikan return lebih tinggi dalam periode tertentu. 2. Pahami produk tujuan. Kenali karakteristik, risiko, strategi investasi, dan komposisi aset produk sebelum memindahkan investasi. 3. Pastikan Manajer Investasi sama. Switching dilakukan dari satu produk ke produk lain yang masih dikelola oleh Manajer Investasi yang sama. 4. Perhatikan biaya dan ketentuan. Cek biaya switching, minimum transaksi, waktu pemrosesan, dan ketentuan lainnya sebelum melakukan transaksi. 5. Sesuaikan dengan tujuan investasi. Produk dengan return tertinggi belum tentu menjadi pilihan yang paling sesuai. Pertimbangkan tujuan, jangka waktu, dan profil risiko sebelum mengambil keputusan.

Jadi, Kapan Sebaiknya Melakukan Switching?

Tidak ada waktu yang berlaku untuk semua investor dalam melakukan switching. Yang lebih penting adalah memastikan keputusan tersebut sesuai dengan tujuan investasi, jangka waktu, profil risiko, dan kondisi portofolio. Jika tujuan investasimu berubah atau produk yang dimiliki sudah tidak sesuai, kamu dapat mengevaluasi pilihan produk lain dari Manajer Investasi yang sama. Sebaliknya, hindari melakukan switching secara impulsif hanya karena pasar sedang mengalami kenaikan atau penurunan dalam jangka pendek. Switching bukan tentang seberapa sering kamu berpindah produk, tetapi tentang memastikan investasi tetap sesuai dengan tujuan finansialmu. Dengan memahami cara kerja switching dan mempertimbangkan setiap keputusan secara matang, kamu dapat mengelola portofolio reksa dana dengan lebih terencana.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apa itu switching reksa dana?
Switching adalah proses mengalihkan investasi dari satu produk reksa dana ke produk reksa dana lain yang masih dikelola oleh Manajer Investasi yang sama.
2. Apa bedanya switching dengan redemption?
Redemption adalah proses menjual kembali unit reksa dana untuk mendapatkan dana hasil pencairan, sedangkan switching adalah proses mengalihkan investasi dari satu produk reksa dana ke produk lainnya yang dikelola oleh Manajer Investasi yang sama.
3. Apakah switching reksa dana di SayaKaya dikenakan biaya?
Tidak. Switching reksa dana di SayaKaya tidak dikenakan biaya. Kamu dapat mengalihkan investasi dari satu produk reksa dana ke produk lainnya yang dikelola oleh Manajer Investasi yang sama tanpa dikenakan biaya switching.
4. Apakah semua reksa dana bisa dilakukan switching?
Switching dilakukan dari satu produk ke produk lain yang masih dikelola oleh Manajer Investasi yang sama dan memenuhi ketentuan switching yang berlaku.
5. Apakah seluruh investasi harus di-switching?
Tidak selalu. Jika diperbolehkan, kamu dapat mengalihkan sebagian investasi dan mempertahankan sebagian lainnya pada produk awal.
6. Kapan sebaiknya melakukan switching?
Tidak ada waktu yang berlaku untuk semua investor. Keputusan switching sebaiknya disesuaikan dengan tujuan investasi, jangka waktu, profil risiko, dan kondisi portofolio. Hindari melakukan switching secara impulsif hanya karena pasar sedang mengalami kenaikan atau penurunan dalam jangka pendek.

Penulis: Gilang Dwi Laksana

Editor: Hardy Tandoko (bersertifikasi WPPE, WMI, dan CSA)

Mulai Investasi Lebih Mudah Bersama SayaKaya

Temukan reksa dana sesuai tujuan investasi, dan mulai investasi hanya dalam beberapa langkah.

[Download Aplikasi SayaKaya Sekarang!]

Lihat Blog Lainnya

thumbnail
Kulik Reksa Dana 2 September 2026

Kenapa Sucorinvest Flexi Fund Layak Diandalkan untuk Jangka Panjang? Simak Rekam Jejak dan Penghargaan Industrinya

Sucorinvest Flexi Fund (SFF) layak dipertimbangkan karena dikelola oleh PT Sucorinvest Asset Management, manajer investasi berizin OJK yang telah beroperasi sejak 1997 dengan dana kelolaan (AUM) melampaui Rp 43,07 triliun per Juli 2026, serta memiliki rekam jejak hampir dua dekade diluncurkan pada 6 Desember 2006 dengan return kumulatif sejak peluncuran mencapai 535,16%. Produk ini juga telah meraih sejumlah penghargaan dari lembaga independen seperti Bareksa-Kontan Fund Awards dan Majalah Investor–Infovesta Best Mutual Funds Awards, serta menawarkan diversifikasi otomatis lintas efek ekuitas, obligasi, dan instrumen pasar uang dalam satu produk.

Baca Selengkapnya
thumbnail
Promo 1 September 2026

Raih Peluang Penghasilan Tambahan dengan Ajak Teman Investasi Reksa Dana di SayaKaya

Investasi bisa menjadi lebih menyenangkan ketika dilakukan bersama orang-orang terdekat. Selain bisa saling berbagi pengalaman dan belajar mengenai investasi, kamu juga bisa mendapatkan benefit tambahan melalui Program Undang Teman.

Baca Selengkapnya
thumbnail
Education 1 September 2026

Apa Saja yang Harus Disiapkan Sebelum Memulai Investasi Reksa Dana Saham?

Reksa dana saham bisa menjadi salah satu pilihan untuk membangun aset dalam jangka panjang. Dibandingkan jenis reksa dana lainnya, reksa dana saham memiliki potensi pertumbuhan yang lebih tinggi, tetapi juga disertai dengan volatilitas yang lebih besar.

Baca Selengkapnya

Aplikasi SayaKaya:
Mudah, Cepat, dan Terkurasi!

Semua orang kini bisa berinvestasi Reksa Dana dengan mudah hanya lewat satu aplikasi saja. Download sekarang!

HFM - Unverified - Shadow HFM - Verified - Shadow HFM - Unverified HFM - Verified stars
Sayakaya Logo Copyright ©2024 Landing Page
Download Aplikasi
PT SAYAKAYA LAHIR BATIN
location Sahid Sudirman Centre lt 12
Jl. Jend. Sudirman No.Kav. 13-15, Jakarta 10220
phone +62212527989
email hi@sayakaya.id
SayaKaya adalah aplikasi investasi reksa dana yang berlaku sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan produk reksa dana dan manajer investasi pilihan yang telah terkurasi. Dikelola dan dikembangkan oleh PT Sayakaya Lahir Batin yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dengan nomor registrasi KEP-17/PM.21/2021.

Investasi reksa dana mengandung risiko. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Calon pemodal/pemodal wajib mempelajari prospektus sebelum berinvestasi reksa dana. Dalam melakukan transaksi jual dan beli reksa dana, calon pemodal/pemodal diharapkan memperhatikan profil risiko, kondisi keuangan serta tujuan investasi dari masing-masing calon pemodal/pemodal.