Demokrat Menang Telak di Midterm AS, Apa Dampaknya bagi Pasar Global dan IHSG? (Weekly Newsletter 6 November 2026)
Key Takeaways
1. Reaksi pasar global berbalik dalam dua hari. Wall Street menguat tajam setelah kemenangan Demokrat di midterm AS, tetapi melemah signifikan pada 5 November, terburuk sejak April 2025, karena aksi jual saham AI dan teknologi serta kekhawatiran regulasi yang lebih ketat.
2. Bagi IHSG, sentimennya positif tetapi masih perlu waspada. IHSG ditutup di atas MA3 dan MA5, dengan resistance 5.100-5.125 jika bertahan di atas 5.000. Potensi profit taking tetap perlu diwaspadai, sementara ekonomi kuartal III-2026 tumbuh 5,47% secara tahunan, melampaui ekspektasi.
3. Kondisi domestik relatif terjaga, tetapi risiko global belum hilang. Inflasi Oktober 3,23% secara tahunan dan neraca perdagangan masih surplus, sementara harga minyak kembali naik karena serangan baru terhadap kapal tanker.
Pemilu paruh waktu (midterm) Amerika Serikat (AS) pada 3 November 2026 menghasilkan kemenangan besar bagi Partai Demokrat atas Partai Republik yang dipimpin Presiden Donald Trump. Berdasarkan hasil sementara Bloomberg, Demokrat diproyeksikan meraih 245 kursi DPR dan 54 kursi Senat.
Hasil ini penting bagi pasar karena Kongres yang dikuasai Demokrat berpeluang menjadi penyeimbang kebijakan Trump, termasuk tarif dan ketegangan dengan Iran yang sebelumnya mendorong inflasi. Pasar awalnya merespons positif dengan lonjakan Wall Street dan penurunan tajam harga minyak, tetapi reaksi itu berbalik pada 5 November ketika saham AI dan teknologi kembali dijual, sebagian karena investor khawatir Demokrat mendorong regulasi AI yang lebih ketat.
Bagi Indonesia, dampaknya terlihat pada IHSG yang ditutup di atas MA3 dan MA5 serta pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 sebesar 5,47% yang melampaui ekspektasi pasar, meski ketidakpastian global masih tinggi.
Artikel ini membahas hasil midterm AS, reaksi pasar global, dampaknya bagi IHSG dan aliran modal asing, kondisi ekonomi domestik terbaru, serta strategi investasi sesuai profil risiko.
Bagaimana Hasil Midterm AS 2026 dan Apa Artinya?
Siapa yang Menang dan Berapa Perolehan Kursinya?
Berdasarkan hasil sementara yang dikompilasi Bloomberg pada 4 November 2026, Demokrat diproyeksikan memperoleh 245 dari 435 kursi DPR, sedangkan Republik 166 kursi. Di Senat, Demokrat merebut setidaknya enam kursi tambahan dan memperoleh mayoritas sementara 54 kursi, dibandingkan 44 kursi Republik. Demokrat juga merebut sejumlah wilayah yang selama puluhan tahun menjadi basis Republik, termasuk Kansas dan Texas.
Apa Implikasi Politiknya?
Dengan kendali Kongres, Demokrat berpeluang menghambat agenda legislasi Trump, melakukan penyelidikan terhadap pemerintahannya, bahkan mendorong upaya pemakzulan. Trump menyatakan akan berupaya bekerja sama dengan anggota Kongres Demokrat. Sikap menerima hasil ini disebut menghilangkan ketidakpastian politik yang sebelumnya membayangi Wall Street.
Bagaimana Reaksi Pasar Global terhadap Kemenangan Demokrat?
Bagaimana Pergerakan Saham Wall Street?
Awalnya, Wall Street ditutup menguat tajam pada Rabu (4/11): S&P 500 naik 1,6%, kenaikan harian terbesar sejak Agustus, dan Dow Jones naik 3%. Namun, pada Kamis (5/11) indeks Wall Street ditutup melemah signifikan, mencatat penurunan terburuk sejak periode pasca-Liberation Day pada April 2025. Pelemahan dipicu berlanjutnya aksi jual saham sektor AI dan teknologi, seiring kekhawatiran perlambatan pembangunan data center, yang menghapus kenaikan pasca-midterm. Dengan Demokrat kini menguasai DPR dan Senat, investor juga khawatir partai tersebut mendorong regulasi yang lebih ketat terhadap sistem AI serta menghambat penyebaran data center berskala masif.
Bagaimana dengan Yield, Dolar, dan Minyak?
Setelah midterm, yield US Treasury turun di seluruh tenor, dolar AS melemah ke level terendah dalam dua bulan, dan Bitcoin menembus US$80.000. Harga minyak Brent juga sempat turun hampir 9% ke level terendah dalam dua bulan karena ekspektasi tekanan bagi Trump untuk mengakhiri perang dengan Iran. Namun pada Kamis (5/11), Brent menguat lebih dari 3% dan WTI naik lebih dari 2%. Investor menilai kembali prospek konflik AS-Israel dengan Iran, sementara serangan baru terhadap kapal tanker memicu kekhawatiran pasokan minyak.
Bagaimana Dampaknya bagi IHSG dan Aliran Modal Asing?
Bagaimana Reaksi IHSG terhadap Katalis Ini?
Secara teknikal, IHSG berhasil ditutup di atas level MA3 dan MA5. Jika bertahan di atas level 5.000, IHSG berpeluang menguji resistance di 5.100-5.125 pada perdagangan Jumat (6/11). Namun, potensi profit taking perlu diwaspadai di tengah ketidakpastian yang masih tinggi, terutama setelah Wall Street berbalik melemah.
Bagaimana Aliran Modal Asing ke Indonesia?
Bank Indonesia (BI) mencatat aliran investasi portofolio asing sepanjang Januari hingga 23 Oktober 2026 berupa net inflow US$13,23 miliar (sekitar Rp240,2 triliun). Pada kuartal III-2026, sempat terjadi net outflow US$80 juta (sekitar Rp1,45 triliun), terutama akibat keluarnya dana asing dari pasar saham. Memasuki kuartal IV-2026, hingga 23 Oktober tercatat net inflow US$40 juta (sekitar Rp726,44 miliar), didorong peningkatan investasi asing pada Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Ini menunjukkan minat investor asing pada instrumen pendapatan tetap Indonesia masih terjaga.
Bagaimana Kondisi Ekonomi Domestik Terbaru?
Bagaimana Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2026?
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,47% secara tahunan pada kuartal III-2026 (5/11), naik dari titik terendah tiga kuartal sebesar 5,29% pada kuartal II dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 5,2%. Konsumsi swasta tetap tumbuh namun sedikit melambat (5,04% dibandingkan 5,06%), didukung stimulus pemerintah untuk melindungi rumah tangga dari tekanan inflasi dan biaya pinjaman yang lebih tinggi.
Bagaimana Inflasi Oktober 2026?
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Oktober 2026 sebesar 0,22% secara bulanan, lebih rendah dari September (0,30%) dan proyeksi konsensus Bloomberg (0,27%). Secara tahunan inflasi 3,23%, dan inflasi tahun berjalan 2,40%. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama (inflasi 0,51%), terutama akibat kenaikan harga cabai, sementara harga kebutuhan pokok lain relatif stabil.
Bagaimana Neraca Perdagangan?
Neraca perdagangan Januari-September 2026 masih surplus US$10,61 miliar, tetapi turun tajam dari US$33,54 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pada September 2026, surplus tercatat US$3,36 miliar. Sektor nonmigas masih surplus US$34,21 miliar, sedangkan sektor migas defisit US$23,60 miliar.
Top Reksa Dana of The Month
Bagaimana Strategi Investasi di Tengah Kondisi Ini?
Sentimen global sempat membaik setelah midterm AS, tetapi Wall Street berbalik melemah, harga minyak kembali naik, dan IHSG masih menghadapi potensi profit taking. Pendekatan yang selektif sesuai profil risiko tetap penting.
Profil Risiko Konservatif: Reksa Dana Pasar Uang
Dengan pasar yang masih bergejolak, mulai dari Wall Street yang berbalik melemah hingga potensi profit taking di IHSG, reksa dana pasar uang menawarkan risiko relatif rendah dan likuiditas tinggi bagi investor yang mengutamakan keamanan modal. Beberapa produk yang bisa dipertimbangkan:
- Pinnacle Money Market Fund dengan return 1 tahun terakhir: 5,34%
- I-Money dengan return 1 tahun terakhir: 5,1%
- Syailendra Dana Kas dengan return 1 tahun terakhir: 4,66%
Profil Risiko Moderat: Reksa Dana Pendapatan Tetap
Turunnya yield US Treasury, kembalinya aliran modal asing ke SBN dan SRBI, inflasi yang terkendali di 3,23%, serta ekonomi yang tumbuh 5,47% menjadi dukungan bagi instrumen pendapatan tetap. Investor moderat dapat masuk secara bertahap karena arah pasar global masih dapat berubah. Beberapa produk yang bisa dipertimbangkan:
- Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A dengan return 1 tahun terakhir: 5,38%
- Danamas Stabil dengan return 1 tahun terakhir: 5,15%
- Sucorinvest PHEI AAA Corporate Bond Fund dengan return 1 tahun terakhir: 4,88%
*NAB 5 November 2026
Frequently Asked Question (FAQ)
Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa yang akan datang. Investasi reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal/pemodal wajib membaca dan memahami prospektus dan informasi ringkas produk investasi (Fund Fact Sheet) sebelum berinvestasi reksa dana. Dalam melakukan transaksi jual dan beli reksa dana, calon pemodal/pemodal diharapkan memperhatikan profil risiko, kondisi keuangan dan tujuan investasi dari masing-masing calon pemodal/pemodal.
Penulis: Hardy Tandoko (bersertifikasi WPPE, WMI, dan CSA)
Mulai Persiapkan Merdeka Finansial Bersama SayaKaya
Temukan reksa dana sesuai tujuan investasi, dan mulai investasi hanya dalam beberapa langkah.
Download Aplikasi SayaKaya Sekarang!
https://sayakaya.go.link/download-disini
Lihat Blog Lainnya
Mengapa Kinerja Danamas Stabil Relatif Stabil di Tengah Suku Bunga Naik, Rupiah Melemah, dan Geopolitik Memanas?
Suku bunga yang naik, rupiah yang melemah, dan ketegangan geopolitik yang memanas membuat pasar saham dan obligasi rentan bergejolak. Bagi investor yang ingin menumbuhkan dana tanpa terlalu terguncang oleh fluktuasi tersebut, reksa dana pendapatan tetap menjadi salah satu pilihan. Danamas Stabil adalah salah satunya.
Baca Selengkapnya
Update Kurasi Produk di Aplikasi SayaKaya
SayaKaya terus berkomitmen untuk menjaga kurasi produk reksa dana yang tersedia di aplikasi agar tetap sesuai dengan kebutuhan investasi nasabah. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, saat ini sedang berlangsung penyesuaian pada ketersediaan transaksi produk dari Manajer Investasi (MI) yang bekerja sama dengan SayaKaya.
Baca Selengkapnya
Investasi & Menangkan Bonus Reksa Dana
Siapa di sini yang lagi persiapan HYROX? 🔥
Baca Selengkapnya
